RSS

Tentang Keberanian

Seandainya nyali dan keberanian diperjual belikan, Saya mau beli 2 paket.

Satu untuk belajar diving.
Satunya lagi untuk berterus terang.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on April 16, 2016 in Confession, Queer Ting

 

Tags: , , , , ,

Sebuah Tanya

Ketika Kita berada pada posisi yang terbilang tinggi,

apakah hati bisa berubah menjadi sekeras batu dan mengapur?

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2016 in Queer Ting

 

Tags:

Invisible

invisible

Amongst zillion of answer, “alone” is chosen

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on February 19, 2016 in Straight Talk

 

Tags:

A New Beginning

Alhamdulillahhirobbi alamin….
langkah awal menuju satu mimpi begitu dimudahkan dan dilancarkan.
Sedari kemarin masih belum percaya kalau jalannya begitu mulus, begitu dimudahkan dan diringankan. Iyah, Saya payoyeh banget dilancarin malah surprise, agak dibikin njelimet eh malah nangis” minta digampangin. hahahahaha.

Yosh! Semoga smakin diperlancar & dipermudah kedepan”-nya deh yaa.

Fighting!

 

*Ntingyangbaruklaarakadbukannikah*
hahahaha

 
1 Comment

Posted by on January 19, 2015 in Begini ceritanya

 

Ketika begah melanda

Ketika kamu mulai bosan dg rutinitas keluarga-mu, inilah saatnya kamu membangun keluarga-mu sendiri dan menciptakan rutinitas baru.

tertanda,
saya yg begah makan ketupat dr rumah ke rumah 😀

 
2 Comments

Posted by on July 29, 2014 in Queer Ting, Straight Talk

 

Indomie Kuah Susu

Here come another big day for us, Indonesian! PEMILU.
Pemilu terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama, which is hari ini adalah Pemilu legislatif yg ditujukan untuk memilih anggota DPRD, DPD, dan DPR. Sementara untuk pemilu bagian kedua ditujukan untuk memilih presiden yg insha Allah akan digelar pd bulan Juli. Yeeeeeay….libur lagi.
Ok, let’s skip…skip..skip the shit ’bout “Pemilu”. Marii langsung menuju ke sasaran.

Jadi begini, pas gw lagi nungguin hasil quick count di TV tetiba hujan turun dengan derasnya. Orkestra perut-pun mulai memainkan “Symphony Kelaparan” dengan syahdu’nya. Gw pun keingetan pengen nyoba resep yang dishare seorang teman di salah satu socmed. Maka….jadilah ini :

image

“Indomi(e)lk – Indomie kuah susu”
iyaa seriusan itu kuahnya kuah susu.
Racikan yg gw bikin adalah modifikasi dari resep ini, dimodifikasi dengan bahan yang seada-adanya di kulkas. Berikut rincian modifikasi ala gw :

#Bahan yg digunakan
* 250ml susu cair (gw pake ultramilk full cream)
* Keju Cheddar Parut (gw pake 1 bungkus Keju Kraft yg mini, beli di Alfa)
* Indomie Ayam Bawang (kebetulan pas punyanya yg itu).
* 1/2 Bawang Bombay ukuran kecil dicincang halus
* Sawi putih dirajang kasar (bisa diganti sayuran lain)
* Wortel dipotong bulat (ini juga bisa diganti)
* Sedikit (sekali) margarin buat menumis.
* Merica sesuai selera
* Bubuk Oregano secukupnya
* Sejumput Garam
* Soft boiled egg
* Sambal Roa

#soft boiled egg
Soft boiled egg yg gw bikin ini adalah percobaan pertama gw. karena gw ga suka tekstur telur yg “encer”, soft boiled egg gw ini cukup pas-lah. *buat gw lhoo yaa.
Begini caranya :
* Rebus air hingga mendidih. setelah air mendidih masukkan telur kedalam air mendidih tsb. Telur yg digunakan sebaiknya telur suhu ruang bukan telur yg baru banget keluar dari kulkas. Soalnya klo pke telur baru kluar kulkas suka mletek (?).
* Kecilkan api, tapi jgn kecil bgt.
* Tunggu 6 menit.
Setelah 6 menit berlalu, angkat panci dan alirkan air keran kedalamnya sambil buang air panas yg ada didalam panci ini.
* Tunggu hingga suhu telur dingin.
* Kupas kulit telur, lalu belah telur menggunakan benang.

#Cara membuat Mie kuah susu-nya
1. Rebus wortel hingga matang. Lalu (dengan alasan praktis) masih didalam panci yg sama gw masukan mie instant, masak hingga tingkat kematangan yg disukai sebelum diangkat masukkan sawi putih, aduk” sebentar, angkat dan tiriskan lalu susun di mangkuk.
2. Tumis bawang bombay hingga harum (I know, it would be endeeeus klo pake bawang putih. Tapi gimanaa bawang putihnya habis).
3. Masukkan susu full cream sambil terus diaduk-aduk masukkan keju cheddar yg sdh diparut, bumbu mie instant, bubuk oregano, garam dan merica. Aduk-aduk terus hingga merata. Cicipi kalau” ada yg perlu ditambahkan.
4. Aduk-aduk terus sampe ada buih”
kecil. Ingat jangan sampe mendidih yah, soalnya klo mendidih nanti berkerak. Proses ini kurleb butuh waktu 4menitan.
5. Angkat dan siram kuah susu kedalam mie.
6. Sajikan dengan pelengkap lainnya. Kalo gw nambahin soft boiled egg ama Sambel Roa.

Conclusion :
Awalnya sempet mikir eneg gak yaah ada susu, ada keju eh ternyata engga lhoo, mungkin krn pada dasarnya gw suka makanan yg creamy. Mie kuah susu ini jadinya mirip” spaghetti Carbonara tapi ini versi murahnya. ummm…apa karena gw ad masukin bubuk oregano yah jd ad aroma “italia”-nya. donno’laah.
Kapan” gw akan coba bikin lagi dengan bahan” &bumbu” yg lebih “dipersiapkan” lagi.
^^v

selamat mencoba
dan
Ittadakimasu!

oia, sebelumnya gw sempet galau mo nyoblos ato gak. Tapi kemudian gw memutuskan untuk…….

image
Dengan sejuta harapan dan doa semoga Indonesia menjadi jauh lebih baik.
~Amiiiien~

 
1 Comment

Posted by on April 9, 2014 in Begini ceritanya

 

Tags:

Goodbye

image

Selamat jalan oom Hans,
Selamat jalan pelaut nan ramah dan baik hati.
Selamat jalan warga kampung “ikan garam”
Hidup di laut, besar di laut, menua di laut, kau pun pergi dalam dekapan laut.

Oom Hans,
Keep smile, from up above 🙂

*note
Saya mengenal oom Hans dalam sebuah perjalanan impian saya ke tanah Papua, tepatnya ke Raja Ampat, lebih tepatnya lagi ke Raja Ampat Selatan, Misool.
Oom Hans adalah salah satu crew dari Kapal Pesona 3 yg saya dan teman” sewa untuk perjalanan impian kami ini.
Bagi Saya, Crew Pesona 3 sudah terasa seperti saudara sendiri yg terpisah oleh lautan yg saaaaaaaangat luas. Begitu dekatnya kami, begitu lekatnya kenangan akan sebuah perjalanan singkat.

*Ikan Garam adalah nama lain untuk ikan asin oleh masyarakat Papua.
Kampung Ikan Garam pertama dicetus oleh Nalo, crew pesona 3 yang lain.
Kenapa lalu kami disebut Warga Desa Ikan Garam?
Karena Saya, Oom Hans, Teh Rina, Ceu Lena, Hellen dan Jeff lebih sering mangkal di atap kapal pesona 3, menjemur badan. Yaa…seperti Ikan Garam itulah 🙂

**Foto diambil oleh Akbar, Capt. Pesona 3. Ditempat yg sudah selemparan mata tapi gagal saya jejaki, WAYAG.

 
Leave a comment

Posted by on January 5, 2014 in Begini ceritanya